Informasi untuk menyusun RPS

Sebuah RPS ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studi. RPS disusun menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 tahun 2014 dan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Berdasar kedua ketentuan tersebut, maka RPS yang disusun paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut ;

  1. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu;
  2. Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;.
  3. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;
  4. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;
  5. Metode pembelajaran;
  6. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;
  7. Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
  8. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan
  9. Daftar referensi yang digunakan.

Adapun informasi mengenai capaian pembelajaran, kemampuan akhir, metoda pembelajaran yang akan dipergunakan untuk menyusun RPS dapat didowload pada link di bawah ini :

  1. Capaian pembelajaran
  2. Kemampuan akhir
  3. Metode pembelajaran
  4. Media pembelajaran
  5. Evaluasi pembelajaran

 

Evaluasi Pembelajaran

EVALUASI PEMBELAJARAN

Langkah pertama dalam merencanakan evaluasi pembelajaran adalah menentukan prosedur evaluasi. Prosedur yang baik harus menggunakan lebih dari 1 (satu) macam prosedur dan setiap pertemuan harus ada post test. Prosedur penilaian yang digunakan, terdiri atas :

  1. Pre test : Penilaian awal atau penilaian yang dilakukan sebelum memulai pelajaran
  2. Progress test : Penilaian selama mengajar atau penilaian yang dilakukan di tengah-tengah pelajaran.
  3. Post test : Penilaian akhir, penilaian yang dilakukan setelah pelajaran pelajaran selesai disampaikan.

Setelah menentukan prosedur evaluasi, langkah berikutnya adalah menentukan bentuk evaluasi. Bentuk evaluasi atau penilaian yang baik adalah bermacam-macam atau lebih dari 2 macam, sedangkan instrumen yang baik mempunyai berbagai jenjang kesulitan, banyak menggunakan pertanyaan tingkat tinggi (sekitar 75%), disusun dari pertanyaan yang mudah ke sukar dan jelas penggunaan bahasanya. Tulislah bentuk penilaian yang digunakan, terdiri atas :

  1. Tes tes lisan, tulisan, dan/atau perbuatan : Evaluasi dibuat dalam bentuk tes obyektif (Benar Salah, pilihan ganda, menjodohkan, melengkapi), tes esei (uraian bebas, uraian terbatas), tes perbuatan (perorangan, kelompok).
  2. Non tes : Evaluasi dilakukan dalam bentuk observasi, wawancara, studi kasus, skala penilaian – / + , chek list, inventori Setuju –TS.

Score (sekor) evaluasi ditentukan berdasarkan indikator penilaian yang dicapai oleh mahasiswa dalam mencapai hasil akhir yang dihararapkan. Sekor masing-masing pencapaian indikator penilaian, dari nilai yang tertinggi sampai yang terendah dengan bahasa yang jelas. Batas lulus hasil akhir adalah C+/C dengan pencapaian minimal 1 indikator.

Uraian yang terdapat pada kolom “indikator penilaian” dapat disalin pada kolom hasil penilaian dengan sekor C+/C sebagai kriteria penilaian untuk minimum kelulusan. Untuk hasil akhir yang lebih baik dengan sekor B+/B/B- dapat ditambah dengan 1-2 indikator dan sekor A/A- dapat ditambah dengan 2 indikator atau lebih. Dengan demikian kriteria penilaian untuk masing-masing hasil akhir dapat ditentukan berdasarkan jumlah indikator sebagai berikut :

  1. Sekor A / A- : memenuhi kriteria penilaian lebih dari 3 indikator pencapaian hasil belajar.
  2. Sekor B+ / B / B- : memenuhi 2 – 3 indikator pencapaian hasil belajar.
  3. Sekor C+ / C : memenuhi kriteria penilaian minimal, misalnya 1-2 indikator pencapaian hasil belajar.
  4. Sekor D : kurang memenuhi kriteria penilaian minimal.
  5. Sekor E : tidak memenuhi kriteria penilaian minimal.

 

Informasi lebih lanjut tentang evaluasi pembelajaran dapat di download dengan meng-klik link ini :   Evaluasi pembelajaran

Media Pembelajaran

MEDIA PEMBELAJARAN

Media-media pembelajaran yang berbentuk media cetak maupun media elektronik dapat digunakan sebagai alat peraga yang digunakan oleh untuk menyampaikan materi pembelajaran. Macam-macam alat peraga yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah :

  1. Alat bantu lihat dengar (audio visual aids) atau media audio visual, yakni media pembelajaran yang mempunyai unsur suara dan gambar misalnya : audio visual bergerak misalnya robot dan audio visual diam misalnya VCD, siaran televisi, sinetron,sandiwara, diskusi, pidato/ceramah, quiz, dan sebagainya.
  2. Alat bantu dengar (audio aids) atau media auditif, yakni media pembelajaran yang mengandalkan suara, misalnya : tape recorder, piringan hitam, compact disk, pita suara, siaran radio, obrolan/tanya jawab, sandiwara, ceramah, dan sebagainya
  3. Alat bantu lihat (visual aids) atau media visual, yakni media pembelajaran yang mengandalkan penglihatan, baik yang diproyeksikan dan tidak diproyeksikan.
  4. Alat yang diproyeksikan : slide atau film bingkai, film rangkai, film strip, LCD, dan sebagainya.
  5. Alat yang tidak diproyeksikan dua dimensi misalnya gambar, lukisan, foto, peta, bagan, poster, rubric/tulisan di surat kabar, booklet, leaflet, flyer, flip chart, whiteboard, dan sebagainya
  6. Alat yang tidak diproyeksikan tiga dimensi misalnya benda asli seperti atlas, boneka, dan sebagainya atau benda tiruan seperti bola dunia, spare part dan sebagainya.

Informasi tentang media pembelajaran dapat didownload dengan meng-klik link ini :    Media pembelajaran

Pelaksanaan Pembelajaran online

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ONLINE

Setelah melengkapi semua persiapan pembelajaran online, dosen melaksanakan aktivitas online sebagai berikut :

  • Mengisi jurnal di web http://siakad.esaunggul.ac.id sesuai jadwal kuliah online untuk keperluan pembayaran honor kuliah online. Tata cara mengisinya seperti kuliah tatap muka, namun dapat dilakukan dimana saja, di kelas ataupun di luar kelas.
  • Dosen dan mahasiswa berdiskusi secara real time (chatting) atau tidak real time (forum)
  • Dosen memeriksa dan memberikan umpan balik penyelesaian soal atau tugas online yang dikerjakan oleh mahasiswa
  • Dosen mencatat kehadiran mahasiswa di webhttp://siakad.esaunggul.ac.id. Mahasiswa dihitung hadir jika sudah menyelesaikan soal atau tugas onlineyang diberikan oleh dosen.

Setiap minggu petugas akan mencatat aktivitas online dan melaporkannya kepada BPPU untuk keperluan pembayaran honorarium online berdasarkan persyaratan sebagai berikut :

  • Materi pembelajaran berbentuk text, makalah dan/atau modul.
  • Ada diskusi chatting dan/atau forum
  • Ada soal dan/atau tugas online

Aktivitas online yang belum memenuhi persyaratan dapat dilengkapi oleh dosen sampai dengan tanggal 5 bulan selanjutnya, Jika sampai tanggal 5 persyaratan kuliah online tersebut tidak terpenuhi, maka kuliah online dinyatakan tidak berlaku dan diganti dengan kuliah tatap muka (make up class).

Silahkan didownload :  Pelaksanaan kuliah online 2016

Persiapan pembelajaran online

PERSIAPAN PEMBEAJARAN ONLINE

Pembelajaran online diwajibkan untuk semua mahasiswa kelas paralel (karyawan) semester 2, 3, 4 dan seterusnya. Apabila mahasiswa semester 1 atau kelas reguler mengikuti mata kuliah online, maka ketentuan pembelajaran online berlaku juga bagi mereka.

Pembelajaran online paling sedikit 1x dan paling banyak 6x dan diselenggarakan pada topik ke-4, 6, 8, 10, 12, 14. Pembelajaran online dapat diganti dengan tatap muka,namun pembelajaran tatap muka tidak boleh diganti dengan online.

Dalam pembelajaran online, dosen wajib melakukan persiapan online di web http://vle.esaunggul.ac.id  paling lambat sehari sebelum jadwal atau jam kuliah online.  Persiapan dosen dalam pembelajaran online adalah :

  • Membuat atau memperbaiki rencana pembelajaran (RPS)
  • Mengisi atau memperbaiki kontrak pembelajaran
  • Menyusun atau memperbaiki materi pembelajaran
  • Menyiapkan materi diskusi (chatting atau forum)
  • Menyusun materi evaluasi (soal atau tugas online)

File ini dapat didownload : Persiapan kuliah online 2016

Model Pembelajaran SCL

MODEL PEMBELAJARAN SCL

Bentuk pembelajaran yang baik harus menggunakan lebih dari 3 metode pembelajaran yang relevan dengan hasil akhir yang diharapkan, langkah-langkah pembelajaran harus benar-benar berpusat pada mahasiswa dan semuanya sesuai dengan  hasil akhir yang diharapkan dan ditentukan juga cara memotivasi mahasiswa dalam memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan penerapan serta analisis atau sintesis dan mengintegrasikan informasi.

Lebih jauh, bentuk pembelajaran tersebut juga membuat mahasiswa mampu menilai pentingnya informasi dan memperoleh kesempatan untuk terlibat aktif dalam lebih dari satu kegiatan. Metoda pembelajaran yang digunakan harus berpusat pada mahasiswa atau student centered learning (SCL) yang terdiri dari :

  • Model pembelajaran contextual instruction mirip dengan metoda ceramah dalam pembelajaran berorientasi pada pengajar (teacher learning centre) namun metoda ini berpusat pada pengalaman aktual mahasiswa. Model pembelajaran ini sangat cocok di terapkan di dalam pembelajaran tatap muka di kelas dan perananan dosen masih cukup dominan.
  • Model pembelajaran small group discussion, cooperative learning, project base learning atau simulation memerlukan presentasi mahasiswa di depan kelas. Model pembelajaran kelompok ini cocok untuk pembelajaran tatap muka di dalam kelas, namun perananan mahasiswa lebih dominan karena menonjolkan kegiatan mahasiswa dalam proses pembelajaran yang lebih aktif.
  • Model pembelajaran discovery learning atau collaborative learning dilakukan oleh mahasiswa di luar kelas dengan data dan petunjuk dari dosen. Dalam pembelajaran ini, peranan dosen masih dominan dengan memberikan berbagai informasi yang berhubungan dengan kegiatan mahasiswa dan mengulas hasil belajar mahasiswa dalam pertemuan tatap muka di dalam kelas. Model pembelajaran ini juga cocok untuk pembelajaran elearning dengan memberikan tugas-tugas online yang terperinci kepada mahasiswa dan mengulas hasil belajar mahasiswa secara online.
  • Model pembelajaran self directed learning, dan problem base learning dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa di luar kelas dengan fasilitas dari dosen. Dalam pembelajaran ini, peranan mahasiswa lebih dominan karena dosen hanya menjadi fasilitator dalam pertemuan tatap muka di kelas. Model pembelajaran ini juga cocok untuk pembelajaran elearning dengan memberikan tugas-tugas online yang menggali kreativitas mahasiswa untuk merencanakan dan mengerjakannya secara mandiri. Dalam pembelajaran tatap muka, dosen mengulas hasil belajar mahasiswa di dalam kelas, sedangkan dalam pembelajaran online, dosen mengulas hasil belajar mahasiswa secara online.

Informasi tentang model pembelajaran SCL dapat didowload dengan meng-klik link ini  :     Metoda pembelajaran SCL

 

 

Bahan Presentasi

Bahan presentasi adalah pesan atau materi yang akan disampaikan oleh dosen dengan menggunakan program/aplikasi komputer melalui perangkat pendukung proyektor. Materi yang akan disampaikan dengan bahan presentasi dapat berupa teks, gambar, animasi, audio dan video yang digabung atau dikombinasi dalam kesatuan yang utuh.

Banyak jenis perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk membuat bahan presentasi, salah satunya adalah Microsoft Powerpoint. Bahan presentasi yang baik disusun berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

  1. Tentukan topik sesuai dengan materi yang akan disampaikan
  2. Siapkan materi yang sesuai dengan kemampuan akhir yang diharapkan.
  3. Seleksi materi yang sesuai dengan karakteristik bahan presentasi karena tidak semua materi cocok untuk dituangkan melalui bahan presentasi.
  4. Tulis materi yang telah dipilih dalam kalimat yang singkat dan hanya memuat poin-poin penting saja.
  5. Tuangkan pesan-pesan yang disajikan dalam berbagai format seperti teks (kata-kata), gambar, animasi atau audio-visual.
  6. Sajikan isi materi secara urut dan sistematis agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami mahasiswa.
  7. Buatlah slide secukupnya namun tidak menghilangkan esensi materi dan sesuai dengan alokasi waktu yang diperlukan dalam proses pembelajaran.
  8. Pastikan materi yang ditulis cukup lengkap, jelas dan mudah dipahami oleh mahasiswa.
  9. Perhatikan alokasi waktu. Jangan membuat slide presentasi terlalu banyak sehingga akan menghabiskan waktu saat proses pembelajaran.

Bahan presentasi seluruh program studi di Universitas Esa Unggul sudah tersedia di website pembelajaran http://ddp.esaunggul.ac.id dan akan dimutakhirkan. Bagi dosen yang sudah melakukan pemutakhiran akan dinilai berdasarkan pedoman yang sudah ditetapkan. Bagi yang sudah disetujui akan diberikan reward sebesar (bagi yang berkepentingan hubungi kami) per mata kuliah.

File dapat didownload :

  1. Pedoman Penilaian Bahan Presentasi
  2. Template PPT UEU Pertemuan 1
  3. Template PPT UEU Pertemuan 2 dan seterusnya

Modul pembelajaran

Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dan dapat digunakan secara mandiri. Modul disusun sesuai dengan kebutuhan belajar pada mata kuliah tertentu untuk keperluan proses pembelajaran tertentu, sebuah kompetensi atau sub kompetensi dikemas dalam satu modul secara utuh (self contained), mampu membelajarkan diri sendiri atau dapat digunakan untuk belajar secara mandiri (self instructional). Penggunaan modul tidak tergantung dengan media lain (self alone), memberikan kesempatan mahasiswa untuk berlatih dan memberikan rangkuman, memberi kesempatan melakukan tes sendiri (self test) dan mengakomodasi kesulitan mahasiswa dengan memberikan tindak lanjut dan umpan balik.

Universitas Esa Unggul Jakarta memberikan kesempatan kepada para dosen untuk menyusun modul pembelajaran yang dapat dipergunakan sebagai materi pembelajaran online, bahan pengayaan untuk kelas reguler. Sebagai bentuk apresiasi, Universitas Esa Unggul Jakarta akan memberikan dana sebesar (bagi yang berkepentingan hubungi kami). untuk modul setiap mata kuliah. Selanjutnya, jika modul pembelajaran tersebut diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN, karya tersebut dapat diajukan sebagai bentuk reputasi akademik dosen. Untuk setiap dosen, terutama dosen tetap yang mempunyai reputasi akademik dalam bentuk buku akan diberikan tunjangan reputasi akademik selama 1 tahun sebesar (bagi yang berkepentingan hubungi kami) per bulan.

 

Pedoman penyusunan modul, blanko untuk membuat modul dan contoh modul dapat didownload pada linkk di bawah ini :

  1. Blanko modul pembelajaran
  2. Contoh modul pembelajaran
  3. Formulir penilaian modul pembelajaran
  4. Pedoman penyusunan modul pembelejaran
  5. Formulir penilaian modul pembelajaran

 

Kemampuan akhir

Rumusan kemampuan akhir hendaknya mengandung rumusan tingkah laku yang bersifat khusus,  sehingga tidak mengandung berbagai penafsiran. Rumusan kemampuan akhir yang baik dibuat dengan lengkap dan jelas.

Lengkap berarti mengandung  rambu-rambu subyek belajar, tingkah laku yang operasional, materi belajar, kondisi pencapaian dan kriteria keberhasilan. Jelas artinya tidak memungkinkan tafsiran ganda atau menggunakan tingkah laku operasional yang dapat diamati, mengandung satu tingkah laku dan dapat diukur.

Untuk merumuskan kemampuan akhir yang lengkap dapat digunakan sebuah format yang disebut dengan format ABCD (Audience, Behaviour, Content, Condition, Degree). Contoh pengisian format ABCD tersebut adalah  :

  • A = Mahasiswa
  • B = Mampu menguraikan
  • C1 = Pengertian filsafat, filsafat ilmu dan bidang kajian filsafat ilmu
  • C2 = Diberikan uraian tentang pengertian filsafat, filsafat ilmu dan bidang kajian filsafat ilmu
  • D = Dapat menguraikannya dengan benar

Contoh rumusan kemampuan akhir yang lengkap :

Mahasiswa mampu menguraikan pengertian filsafat dan filsafat ilmu serta bidang kajian filsafat ilmu dengan benar setelah diberikan uraian tentang pengertian filsafat, filsafat ilmu dan bidang kajian filsafat ilmu.

Contoh rumusan kemampuan akhir minimal :

Mahasiswa mampu menguraikan pengertian filsafat dan filsafat ilmu serta bidang kajian filsafat ilmu.

Informasi tentang cara merumuskan kemampuan akhir yang dilengkapi dengan tingkah laku yang operasional dapat di download dengan meng klik link ini :    Merumuskan kemampuan akhir

Capaian pembelajaran

Pernyataan yang dibuat dalam capaian pembelajaran menggunakan rumusan tingkah laku yang bersifat umum dan belum sfesifik sehingga dapat saja menimbulkan berbagai  penafsiran. Capaian pembelajaran akan dicapai dalam beberapa tahap proses pembelajaran yang secara rinci dirumuskan  dalam capaian pembelajaran yang lebih spesifik yang disebut dengan kemampuan akhir yang diharapkan.

Untuk merumuskan capaian pembelajaran dapat digunakan sebuah format yang disebut dengan format ABCD (Audience, Behaviour, Content, Condition, Degree) dengan rincian sebagai berikut :

  • A = Audience = subyek belajar
  • B = Behaviour = tingkah laku
  • C1 = Content = materi belajar
  • C2 = Condition = kondisi pencapaian
  • D = Degree = kriteria keberhasilan

Contoh rumusan capaian pembelajaran :

Mahasiswa mampu memahami hakekat filsafat ilmu dalam penulisan karya ilmiah dengan benar setelah diberikan materi pembelajaran filsafat ilmu selama 7 pertemuan.

Contoh rumusan capaian pembelajaran tersebut dapat disingkat menjadi :

Mahasiswa mampu memahami hakekat filsafat ilmu dan menerapkannya dalam penulisan karya tulis ilmiah.

Informasi lebih lanjut tentang cara merumuskan capaian pembelajaran dengan format ABCD dapat didownload dengan meng-klik link ini :    Merumuskan capaian pembelajaran

 

Kontrak pembelajaran

Kontrak pembelajaran adalah bagian dari rencana pembelajaran semester (RPS) yang wajib disampaikan kepada para mahasiswa pada awal proses pembelajaran atau pada perkuliahan pertama di kelas.

Kontrak pembelajaran disusun agar para dosen dapat memberikan informasi yang paling diperlukan mahasiswa dalam proses pembelajaran, terutama :

  1. Materi pembelajaran
  2. Buku referensi yang dipergunakan
  3. Komponen penilaian

Silahkan mendownload template atau blanko kontrak pembelajaran yang tersedia di link di bawah ini kemudian diupload ke dalam blog dosen.

 

File ini dapat didownload : Blanko Kontrak Pembelajaran

Contoh RPS Filsafat Ilmu dan Logika

CONTOH RPS MATA KULIAH FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA

RPS mata kuliah Filsafat Ilmu dan Logika disusun oleh koordinator dosen pengampu dan dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi tentang Standar Nasional Penidikan Tinggi  dan diperbarui dengan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

RPS mata kuliah Filsafat Ilmu dan Logika  sudah sesuai dengan kedua peraturan tersebut dan memuat hal-hal sebagai berikut :

  1.  Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu;
  2.  Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;.
  3. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;
  4.  Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;
  5. Metode pembelajaran;
  6. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;
  7. Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
  8. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan
  9. Daftar referensi yang digunakan.

Bagi dosen yang ingin melihat contoh RPS Filsafat Ilmu dan Logika dimaksud silahkan mendownload  file ini : Contoh RPS Semester Ganjil 2016-2017

Untuk informasi lebih detail tentang contoh, RPS, pedoman pembuatan RPS, blanko, dan lain-lain, silahkan klik link berikut ini : Rencana Pembelajaran Semester

 

Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 yang merupakan penyempurnaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Sistem Nasional Pendidikan, yang disebut denngan perencanaan pembelajaran adalah penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap muatan pembelajaran. Perencanaan tersebut memuat perencanaan proses pembelajaran yang disajikan dalam bentuk rencana pembelajaran semester (RPS).

Sebuah RPS ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studi. RPS disusun menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 tahun 2014 dan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Berdasar kedua ketentuan tersebut, maka RPS yang disusun paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut ;

  1. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu;
  2. Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;.
  3. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;
  4. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;
  5. Metode pembelajaran;
  6. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;
  7. Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
  8. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan
  9. Daftar referensi yang digunakan.

Peraturan-peraturan yang dimaksud dapat didownload pada link di bawah ini  :

  1. P32-2013 tentang Perubahan PP19-2005 – SNP
  2. Permendikbud No 49-2014 tentang SNP
  3. Permendikbud No 49-2014 tentang SNP – lampiran
  4. PermenRistekDikti No 44 – 2015 tentang SNP
  5. PermenRistekDikti No 44 – 2015 tentang SNP (lampiran)

Untuk memenuhi ketentuan-ketentuan  di atas, maka seluruh dosen Universitas Esa Unggul berkewajiban membuat RPS sesuai dengan format, contoh dan pedoman yang dapat di download pada link di bawah ini  :

  1. Blanko Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
  2. Contoh RPS Semester Ganjil 2016-2017
  3. Pedoman-singkat-penyusunan-RPS
  4. Prosedur Penyerahan RPS Universitas Esa Unggul

Pedoman untuk Pengguna Website Pembelajaran Universitas Esa Unggul Jakarta